Bahan Mentah
Bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi. Dari total kebutuhan bahan mentah, batu kapur yang depositnya terdapat di bukit karang putih (+/- 2 Km dari Pabrik) digunakan sebanyak 81 %. Batu silika yang depositnya berasala dari bukit ngalau (+/- 1,5 Km dari Pabrik) digunakan sebanyak +/- 9 % dan tanah liat diperoleh disekitar kecamatan kuranji (Kota Padang) digunakan sejumlah +/- 9%. Sedangkan kebutuhan pasir besi +/- 1 % didatangkan dari cilacap. Pada penggilingan akhir ditambahkan gypsum 3-5 % yang didatangkan dari thailand. Gypsum alam dan gypsum sintetis dari PT Petro Kimia Gresik.
Proses ProduksiSecara garis besar prsoes produksi semen melalui 5 tahapan, yaitu :
1. Penambangan dan penyimpanan bahan mentah.
2. Penggilingan dan pencampuran bahan mentah
3. Homogenisasi hasil penggilingan bahan mentah
4. pembakaran
5. Penggilingan akhir hasil pembakaran
Dalam Proses kering, penggilingan bahan di Raw Mill udara panas dialirkan dari tanur putar (Kiln) sehingga dihasilkan Raw Mix dengan kandungan air <1%>
Sumber : Semen Padang

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 5-326/MK.016/1995, Pemerintah melakukan konsolidasi atas tiga Pabrik semen milik Pemerintah yaitu PT Semen Tonasa (PTST), PT Semen Padang (PTSP) dan PT Semen Gresik (PTSG), yang terealisir pada tanggal 15 September 1995, sehingga saat ini PT Semen Padang berada dibawah PT Semen Gresik Tbk (Semen Gresik Group).